1.000 Lilin Warnai Doa Bersama Lintas Agama Dan Tolak Aksi Terorisme

INDONESIASATU.CO.ID:

KEDIRI. Merespon tragedi bom bunuh diri di Surabaya, dari aksi brutal para teroris, Kediri menyuarakan belasungkawa, sekaligus berdoa kepada seluruh korban, baik yang telah meninggal dunia maupun terluka parah. Belasungkawa ini digaungkan tokoh lintas agama bersama ribuan warga Kediri yang memadati areal Memorial Park yang berlokasi di jalan PK Bangsa Kota Kediri, selasa (15/05/2018)

Doa lintas agama bertajuk “Indonesia Damai” ini dihadiri Ketua PAUB (Paguyuban Antar Umat Beragama) H.M.Salim ,Pdt. Timotius Kabul dari Bamag Kota Kediri, Komang dari Parisada Hindu, Amino dari perwakilan umat Budha, Prayitno dari perwakilan umat Konghuchu, Sutarto dari perwakilan umat Penghayat, Ketua PALM (Paguyuban Lintas Masyarakat) Taufik Al Amin, Pabung Kodim Kediri Mayor Inf Didik Sugeng Kurniawan dan Danramil Kota Kapten Arm Bangun Budi Adi.

“Kita ini adalah kesatuan yang hanya dibedakan karena kepercayaan agama, tanpa perlu terpisah. Jangan lupa, kita ini satu rasa satu hati. Kami tidak gentar ,kita harus bersatu dan mempererat persatuan. Kita ciptakan Kediri yang aman dan tentram. Bersama kita lawan dan melawan segala bentuk aksi teror,” tegas Taufik Al Amin.

Tak mau ketinggalan, dalam orasinya, Kapten Arm Bangun Budi menegaskan “Saya sangat apresiasi sekali dengan malam solidaritas ini, karena malam ini, detik ini, kalau dulu-dulunya kita mengatakan “kita tidak takut”, tetapi malam ini, saya mengatakan “buat mereka ketakutan”. Kita tidak boleh menolerir segala aksi radikalisme dan terorisme, keduanya ini sama saja, merusak dan menggangu ketentraman.”

Mayor Inf Didik Sugeng Kurniawan menambahkan ,”Mari kita satukan hati dan bergandengan tangan, semua komponen masyarakat bisa bersatu, bisa berkumpul dengan berbagai cara, termasuk malam ini. Kita tidak usah memandang agama ,kita tidak perlu memandang warna kulit ,kita tidak usah memandang darimana ia berasal, karena kita ini satu, Indonesia satu.”

Sementara itu, Pdt.Timotius Kabul mengatakan ,”Satu hal yang sangat indah bagi kita ialah merangkum dari berbagai macam, merangkum segala sesuatu dengan mengatur sedemikian rupa, akan menjadi indah. Berbagai macam bunga yang disatukan dan berbagai macam warna yang disatukan yang diatur sedemikian rupa, sehingga semuanya tertata dengan apik dengan manis. Itulah gambaran bagaimana kehidupan yang penuh keberagaman.”

Deklarasi anti radikalisme dan terorisme juga digemakan ribuan warga Kediri, dan bersamaan itu juga, ribuan lilin dinyalakan. Nyala lilin dari ribuan warga Kediri, seketika itu juga menerangi areal Memorial Park, sekaligus bentuk keprihatinan atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Surabaya. (fathoni)

Index Berita