Aksi Damai Berakhir Tuntutan Dari Paguyuban Penambang Pasir

INDONESIASATU.CO.ID:

KEDIRI. Ribuan massa melakukan aksi damai di kawasan tambang galian C Sungai Nobo yang berada di Desa Satak Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri dan aksi ini dilakukan paguyuban penambang pasir budaya Mutiara Lereng Kelud serta paguyuban penambang pasir Sepawon. Aksi ini dipimpin Bagus ,Penasehat Galian C Paguyupan Penambangan pasir budaya dan Karno ,Ketua Galian C Paguyupan Penambangan pasir budaya, menyatakan keberatan kepada PT.HSB (Hasil Sukses Bekerja) yang berkantor di Desa Sumberagung Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri, senin (02/07/2018)

Dalam aksinya, mereka menolak rencana ekplorasi penambangan mekanik  menggunakan excavator dari PT. SHB milik Rudi Darmawan dan menuntut excavator yang sudah berada di area perkebunan PTPN XII Sepawon, agar segera dikeluarkan.

Sebagaimana keterangan Danramil Plosoklaten Kapten Cpl Pratikno, sebelumnya massa aksi berkumpul di lokasi galian C yang berada di Desa Pulo Kecamatan Plosoklaten. Selang waktu kemudian, massa bergeser menuju kantor PT.HSB yang bercokol di Desa Sumberagung Kecamatan Plosoklaten.

Usai beberapa waktu, akhirnya terjadi perundingan secara tertutup antara Nanang dari perwakilan PT.HSB dengan perwakilan galian C paguyupan penambangan pasir budaya. Menurut Karno, galian C yang terletak di Desa Pulo merupakan mata pencaharian masyarakat dan diharapkan PT.HSB tidak mengganggu mata pencaharian masyarakat, dalam artian mengurangi kesejahteraan.

Selain itu, perwakilan perwakilan galian C paguyupan penambangan pasir budaya meminta PT.HSB tidak melakukan adu domba dengan menebar disinformasi. Dalam tuntutan terakhirnya, mereka menginginkan PT.HSB tidak lagi beroperasi di area galian C yang terletak di Desa Pulo.

Menanggapi aksi damai tersebut, Kapten Cpl Pratikno bersama Kapolsek Plosoklaten dan Camat Plosoklaten Elok Etika meminta massa untuk tetap tenang dan menjaga situasi tetap kondusif. Disamping itu, Kapten Cpl Pratikno mengimbau massa untuk tidak berbuat anarkis. Terlebih, Elok Etika menyampaikan bahwa hari ini juga, alat berat akan segera diturunkan atau dikeluarkan. Diamping itu, massa juga diminta untuk mengikuti semua prosedur yang berlaku alias tidak semaunya sendiri.

Usai melakukan aksi damai, massa membubarkan diri dengan menumpang ratusan kendaraan ,dari sepeda motor, truk hingga pick up bak terbuka. Dalam aksi damai ini, Koramil 14/Plosoklaten dan Polsek Plosoklaten menerjunkan anggotanya guna mengantisipasi keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya tuntutan maupun orasi massa. (fathoni)

 

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita