1 Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Razia Di Gurah

INDONESIASATU.CO.ID:

KEDIRI. Koramil 12/Gurah bersama Polsek Gurah dan Kecamatan Gurah menggelar operasi penyakit masyarakat atau operasi pekat, saat mayoritas warga Kecamatan Gurah melaksanakan kewajibannya menunaikan ibadah puasa. Operasi pekat ini sendiri dilakukan sangat erat kaitannya dengan bulan Ramadhan, sekaligus meminimalisir masuknya oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab terkait aksi terorisme, rabu (23/05/2018)

Sebagaimana dijelaskan Danramil Gurah Kapten Inf Wiwid Yani Wahyudi, operasi pekat ini terfokus ke rumah hunian kost-kostan yang ada di Kecamatan Gurah. Dalam pelaksanaannya sendiri, operasi pekat dilaksanakan di Desa Wonojoyo, dikarenakan di desa inilah satu-satunya rumah hunian yang berstatus kost-kostan.

“Operasi pekat ini sudah rutin dilakukan jelang dan saat bulan Ramadhan berlangsung. Seperti biasa ,Koramil ,Polsek dan Kecamatan bersama-sama melakukan operasi ini,” jelas Kapten Inf Wiwid Yani Wahyudi.

Ia juga menjelaskan, ada 2 misi dalam operasi ini, yaitu menjaring orang-orang yang kemungkinan diduga terkait tindak atau jaringan kejahatan ,dan pasangan-pasangan yang bukan berstatus suami istri atau diluar hubungan nikah.

Dalam operasi pekat ini, Wakapolsek Gurah Iptu Budi S. bersama  Kasi Trantib Kecamatan Gurah Heru Cokro dan Kepala Desa Wonojoyo Basuki didampingi Babinsa setempat, berhasil menjaring 1 pasangan bukan suami istri.

Temuan bahwa pasangan tersebut bukan berstatus suami istri berdasarkan e-KTP yang dimilikinya, berbeda tempat tinggal atau domisili. Pasangan bukan suami istri tersebut ialah S (31 tahun), warga Dusun Sumber Agung Desa Sumber Cangkring Kecamatan Gurah dan AS (36 tahun) warga Dusun Semanding Desa Tertek Kecamatan Pare.

Pasangan tersebut akhirnya dibawa ke kantor Kecamatan Gurah untuk dimintai keterangan terkait hubungan mereka ,sekaligus keberadaannya di rumah hunian kost-kostan tersebut. Selanjutnya, mereka dikembalikan kepada keluarganya masing-masing.

“Dari keterangan S dan AS, mereka sudah mengakui kalau memang bukan pasangan suami istri. Keduanya juga sama sekali tidak terlibat tindak atau jaringan kejahatan sama sekali. Menurut keterangan pemilik rumah kost-kostan, yang menyewa rumah itu ialah S, tetapi penggunaannya untuk AS dan AS sendiri belum genap 4 bulan tinggal disana,” ungkap Basuki. (aang)

  • Whatsapp

Index Berita