Ini Respon Walikota Kediri Untuk Status Cagar Budaya Nasional Yang Disematkan Gereja Merah

aangkediri, 25 Dec 2018,
Share w.App T.Me

Kediri. Walikota Kediri Abdullah Abubakar, Danbrigif 16/WY Kolonel Inf Slamet Riyadi, Dandim Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, Kapolresta Kediri AKBP Anton Haryadi dan Dansubdenpom Kediri Kapten Cpm Mustofa, mengunjungi Gereja berkategori Gereja tertua di Kota Kediri. senin (24/12/2018)

GPIB Immanuel atau akrab disebut Gereja Merah (disebutkan demikian karena warna gereja semuanya berwarna merah sejak ratusan tahun lalu), menjadi tujuan kunjungan pertama Forkopimda Kediri di malam Natal ini. Kedatangan Forkopimda Kediri tersebut disambut hangat seluruh majelis dan jemaat Gereja.

Dalam sambutannya, Pendeta Mety Belisa Melasimaila mengatakan ,”Kami seluruh jemaat GPIB Immanuel, sungguh bersuka cita, karena mendapat kehormatan, ditengah-tengah ibadah, kami dikunjungi oleh bapak ibu (Forkopimda) sekalian. Tiga tahun yang lalu, kami dikunjungi dan tahun ini, kami mendapat kesempatan itu lagi. Untuk itu kami berterima kasih atas kehadiran bapak ibu (Forkopimda) sekalian.”

Terkait status Gereja yang diresmikan pada tahun 1904 (sesuai prasasti berbahasa Belanda yang tertempel didinding bangunan), sudah menjadi cagar budaya nasional, dan hal ini disampaikan Mety kepada seluruh Forkopimda Kediri dan jemaat yang menghadiri ibadah malam Natal ini.

”Gereja kami, lebih dikenal dengan sebutan Gereja Merah, dan Gereja kami ini merupakan cagar budaya tingkat nasional. Oktober kemarin, kami sudah mendapatkan SKnya, Gereja ini mendapat status Gereja cagar budaya tingkat nasional,” jelas Mety.

Gereja ini, ternyata sudah menjadi destinasi wisata religi dan tidak hanya dari Kediri atau Jawa Timur saja yang mengunjungi tempat ini, tetapi dari luar Jawa Timur. Sebagaimana diungkapkan Mety, dari Makasar, dari Jayapura, dari Solo dan berbagai daerah lainnya, pernah mengunjungi tempat ibadah tersebut.

”Sudah banyak orang yang berkunjung di Gereja ini, tidak hanya beribadah saja, tetapi wisata, yaitu wisata religi. Yang datang kesini tidak hanya dari Kediri atau Jawa Timur, tetapi juga dari luar Jawa Timur, dari Makasar, dari Jayapura, dari Solo dan lainnya. Jadi Gereja ini sudah menjadi destinasi wisata religius,” ungkap Mety.

Hingga hari ini, segala biaya perawatan maupun pemeliharaan, masih ditanggung swadaya seluruh jemaat Gereja. Hal ini dikarenakan, tidak ada sumber lain yang mendukung biaya perawatan maupun pemeliharaan, padahal, menurut Mety, Gereja ini sudah berstatus cagar budaya.

“Selama ini, biaya perawatan, biaya pemeliharaan, semua ditanggung secara swadaya, yaitu swadaya jemaat disini. Kita berharap dengan kunjungan ini, ada perhatian lebih dari Pemerintah Kota Kediri untuk turut membantu merawat dan memelihara Gereja ini, karena Gereja ini sudah menjadi cagar budaya,” kata Mety.

Mendengar curhat sang Pendeta, Walikota Kediri memberi sinyal pada malam ini juga dan didengar langsung ribuan jemaat yang memadati bangunan berusia satu abad lebih ini. Pihaknya, dalam hal ini Pemerintah Kota Kediri, menyatakan akan menindaklanjuti permasalahan biaya perawatan dan pemeliharaan yang bisa dikatakan cukup membebani keuangan Gereja.

“Saya senang sekali bisa hadir disini. Dulu, setiap hari saya lewat sini, dari SMA kelas satu sampai kelas tiga. Gereja ini memang Gereja yang tua di Kota Kediri. Saya senang sekali Gereja ini telah mendapatkan SK cagar budaya tingkat nasional,” kata Abdullah Abubakar.

Lanjutnya ,”Kita bersama-sama melestarikan Gereja ini. Caranya, datang ke kantor saya (sontak disambut tepuk tangan seluruh jemaat). Datang, kita diskusi, ditempat saya ada yang namanya bagian kesra, dan bagian kesra ini yang menyambungnya. Karena semua yang berasal dari uang APBD masyarakat Kediri, harus direncanakan.”

Disamping itu, Walikota Kediri bersama-sama Danbrigif 16/WY, Dandim Kediri, Kapolresta Kediri dan Dansubdenpom Kediri mengucapkan selamat Hari Natal kepada seluruh jemaat yang ada di GPIB Immanuel ini. Selain itu, sebagai tanda kerukunan umat beragama di Kediri, Walikota Kediri menyerahkan cinderamata berupa pohon Natal kepada Pendeta Mety Belisa Melasimaila. (aang)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu