Kopi Bareng Danramil Membahas Peran Media

aangkediri, 10 Feb 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Kediri. Masih terkoneksi dengan Hari Pers Nasional (HPN), Danramil Papar, Kapten Chb Mulyono, melalui “Kopi Bareng Danramil”, mengajak salah satu wartawan yang sudah sekian lama malang melintang di dunia Pers. Didik, salah satu wartawan media online, diajak untuk berbincang membahas seputar hoax yang beredar cepat di medsos. minggu (10/2/2019)

Perbincangan keduanya dilakukan di Makoramil Papar, dan perbincangan ini tidak lain untuk menggali lebih dalam peran Pers menghadapi teknologi komunikasi instant, seperti facebook, twitter, instagram dan youtube.

“Bagaimana rekan-rekan Pers dalam menghadapi media instant se-jagad raya ini dan tindakan kedepan, khususnya menanggapi informasi yang tersebar di medsos. Medsos ini cepat sekali menyebar dan mudah sekali ditulis,” tanya Kapten Chb Mulyono.

Dijawab Didik, media berbasis jurnalistik jelas sekali berbeda dengan medsos. Media berbasis jurnalistik, selalu memperhatikan kualitas, kuantitas dan aktualitas. Sedangkan medsos, sebagaimana sebelumnya dikatakan Kapten Chb Mulyono, medsos ini bisa ditulis siapa saja, tanpa harus berlatarbelakang jurnalistik.

Selain itu, menurut Didik, berita yang ia publikasikan, selalu berdasarkan sumber, dan sumber ini valid. Secara otomatis, berita itu sesuai dengan kejadian, kapan dan dimana, dalam artian berita ditulis berdasarkan kejadian yang ada.

“Kami, setiap berita selalu kita filter, kualitas beritanya itu seperti apa, kuantitasnya, aktualitasnya seperti apa. Berita itu kita dapat berdasarkan sumber, dan sumber ini valid. Berita itu benar-benar ada kejadiannya, kapan, dimana,” jawab Didik.

“Bagaimana tanggapan rekan-rekan Pers, khususnya yang mengarah pada hoax di medsos. Karena bagaimanapun juga di medsos ini semua orang bisa menulis, bisa menyebarkan,” tanya Kapten Chb Mulyono.

Menjawab pertanyaan tersebut, Didik menjelaskan, bahwa berita yang ia publikasikan itu ada fakta, ada data. Berita yang ia tulis benar-benar aktual, kejadiannya seperti apa, dimana dan kapan.

“Kita pastikan bahwa berita kita ada fakta, ada data. Kita memastikan bahwa berita harus aktualitas, kejadiannya seperti apa, dimana, kapan. Bila ada hoax di medsos, itu nantinya akan terklarifikasi oleh berita-berita kita yang berdasarkan sumber, dari fakta-fakta dan data-data yang ada,” jelas Didik.

Ia menambahkan, kalau kita ingin maju melawan hoax, kita harus memfilter suatu kejadian, mana yang bersumber, mana yang tidak, agar bisa melawan yang ada hoax-hoaxnya. Darimana caranya melawan hoax itu, Didik memberikan solusinya, yaitu dengan cara cross check berita di medsos dengan berita yang dipublikasikan media berlatarbelakang jurnalistik.

Dari perbincangan tersebut, dapat ditarik kesimpulan, bahwasannya peran Pers sangatlah besar guna menangkal hoax-hoax di medsos. Terlebih, medsos ini sangat mudah digunakan, sekaligus mudah sekali disebarluaskan. (aang)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu