Ribuan Jamaah Padati Sinau Bareng Bersama Cak Nun Di Mabrimob Kediri

INDONESIASATU.CO.ID:

KEDIRI. Mengusung tema “Membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap kamtibmas guna mencegah hoax, ujaran kebencian, dan intoleransi di wilayah hukum Polres Kediri Kota” dalam “Sinau Bareng Bersama Cak Nun”, ribuan berbagai penjuru Kota Kediri memadati lapangan Mabrimob Detasemen 1 K C Kediri, kemarin malam, selasa (21/08/2018)

 

Tampil diatas panggung, Emha Ainun Nadjib atau akrab disapa Cak Nun, bersama Kiai Kanjeng serta Jamaah Maiyah, bersilaturahmi dan berbincang dalam konteks keagamaan. Dengan ciri khasnya, Cak Nun mengajak para jamaah untuk berbincang dan bertanya jawab dalam ruang lingkup ilmu agama.

 

Acara ini juga diikuti Kapolresta Kediri AKBP Anton Haryadi, Danbrigif 16/WY Letkol Inf Slamet Riyadi, Dandim Kediri, Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, Danyon 521/DY Letkol Inf Andi Andriyanto, Dansubdenpom V/2-2 Kediri Kapten Cpm Mustopa dan Danramil Mojoroto Kapten Czi Muklasin.

 

“Kita memang layak prihatin, mengingat hoaks bukan sekadar hoaks, ujaran kebencian bukan sekadar ujaran kebencian, dan intoleransi bukan sekadar intoleransi. Polarisasi, dikotomisasi berlangsung sebagai kewajaran yang memecah,” kata Cak Nun dihadapan ribuan jamaah.

 

Ia menambahkan, persatuan antar elemen, pemerintah, polisi, rakyat lebih utama dan harus diutamakan. Menurutnya, mudarat yang dihasilkan oleh hoaks, ujaran kebencian dan intoleransi sekencang apapun lajunya, jangan sampai memecah persatuan.

 

“Merawat Indonesia adalah kerja jangka panjang. Pada dasarnya benih-benih hoaks dimiliki oleh setiap orang. Efeknya juga berlapis-lapis dan beragam, mulai dari efek pribadi, masyarakat hingga wilayah yang lebih luas,” sambungnya.

 

Senada apa yang diungkapkan Cak Nun, AKBP Anton Haryadi berharap seluruh warga Kediri untuk cermat dalam melihat dan mendengar segala informasi atau berita, baik di media sosial maupun media yang lainnya, agar tidak termakan oleh konten yang berbau hoaks.

 

Sementara itu, Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno sangat setuju yang dikatakan Cak Nun berkaitan dengan persatuan antar elemen, pemerintah, polisi, rakyat lebih utama dan harus diutamakan. Menurutnya, persatuan dan kesatuan harus segaris dengan tatanan kehidupan sosial masyarakat yang majemuk. (aang)

  • Whatsapp

Index Berita